TINDAKAN EFISIENSI UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUNTUNGAN WAJAR (PART-1)

Dilematis memang bilamana terus meratapi situasi terkini dimana banyak sekali orang merasa pesimis dengan situasi terkini, rasanya sudah cukup lah  meratap merenung dan melamun tentang keadaan. Sudah saatnya terus bergerak kreatif terus bekerja keras dengan penuh keikhlasan dan berperasaan positif  bersama-sama membangun negeri bersama pemerintah saat ini.

Kondisi pemerintah tidak selamanya salah dan belajarlah dari pengalaman sebelumnya dimana kebanyakan pengusaha walau segelintir saja yang menikmati fasilitas kemudahan didalam mendapatkan project, mengelola usaha, semaunya saja mengatur birokrat sehingga terlena dengan kerja benar dan kerja jujur. Sudah saatnya kita bersaing positif dengan adu pintar, adu argumentasi, adu efektif dalam kegiatan operasional, adu jujur dalam menentukan spesifikasi pekerjaan sudah pasti hasilnya akan lebih baik dan berkelanjutan.

Situasi perbankan yang katanya menahan fasilitas kucuran kredit sehingga mengakibatkan macetnya roda ekonomi, tersendatnya kegiatan konsumsi, perlu di ingat selama menggunakan fasilitas keuangan  orang lain tetaplah itu yang namanya berhutang. Walau lembaga keuangan enggan mengucurkan dana dalam bentuk apapun jangan merengek dan jangan memaksakan kehendak, berdirilah sesuai kemampuan kita sendiri kekuatan Indonesia adalah gotong royong dan koperasi.

Inisiatif berkolaborasi,

Mulailah dengan terus berkomunikasi baik dengan rekan sejawat, usaha sejenis, maupun diluar bidang usaha yang kita mampu.  Berani belajar dari awal dan berusaha tetap banyak tau, banyak bertanya, banyak mendengar, maka akan banyak manfaat didapat. Ajak rekan berkolaborasi sehingga menjadi kekuatan baru yang satu frequensi, niscaya akan berhasil selama masing2 menurunkan ego dan kembali menjadi jago bersama.

(bersambung)
TINDAKAN EFISIENSI UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUNTUNGAN WAJAR (PART-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat