SURVIVAL MINE AND FINANCIAL RECOVERY (PART-1)

Situasi terkini yang banyak menyalahkan kondisi panambangan tidaklah tepat, karena tutupnya beberapa areal penambangan lebih banyak disebabkan oleh faktor non teknis bahkan lebih banyak disebabkan oleh faktor manusianya yaitu kebanyakan penambang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tambang yang sebenarnya. Awal tahun 70 an dimana industri perkayuan sedang marak pun berakhir di era 90 an dimana banyak pelaku usaha yang bukan berlatar belakang sebagai “ logger “ lebih banyak didominasi oleh keberuntungan jatuhnya nasib dari penguasa saat itu dan dimanfaatkan dengan tidak semestinya. Mereka melakukan banyak mal praktek yang tidak sesuai dengan aturan undang-undang sehingga lebih banyak yang menjalankan “ illegal logging “ daripada legal loggingnya.

Di era akhir dari pasca logging dilanjutkan dengan terbukanya peluang generasi pertama pada penambangan yang dikenal dengan PKP2B yang kebanyakan didominasi oleh murni penambang (miners) dan sebagian kecil saja non mining basic. Seiring dengan perkembangan dan tercium harumnya wangi keuntungan besar disektor usaha penambangan cukup membuat mabuk kepayang pelaku usaha non mining basic sehingga abai dengan prinsip penambangan yang baik dan benar. Keberpihakan pihak birokrasi dengan mengeluarkan ijin melebihi batas wilayah menciptakan kesemrawutan tersendiri sehingga areal tumpang tindih tidak bisa dihindari.

Beruntung pemerintah cepat tanggap walau tiada kata terlambat dengan mengeluarkan beberapa prasyarat dan membuat moratorium berjangka sehingga pelaku usaha tambang yang abai dengan sendirinya akan menutup usahanya dengan terpaksa dan sukarela. Konsekwensi peningkatan jumlah pekerja yang dirumahkan tidak terhindari, tapi itulah siklus yang harus kita tanggung dan jangan berputus asa. Masih banyak inovasi lain yang bisa dilakukan, manusia diberi akal untuk berani hidup bukan berani mati.

(bersambung)
SURVIVAL MINE AND FINANCIAL RECOVERY (PART-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat