LAYAKNYA DEALER ALAT BERAT DI INDONESIA (PART-1)

Marak terlihat dengan munculnya berbagai dealer alat berat bahkan ada salah satu merek yang diageni oleh beberapa perusahaan berlainan yang tidak ada hubungannya satu sama lain. Persaingan setengah sehat (cenderung tidak sehat) akan muncul dengan sendirinya karena masing2 berebut pasar adu murah adu insentif dan tidak mendidik pasar di Indonesia menjadi lebih baik.

Perlu diingat bahwa yang menikmati persaingan pasar adalah principal (pemegang merek) dengan pola / gaya jual konvensional yang dinamakan beli putus terus dilancarkan oleh pemegang merek tersebut sehingga akan banyak pelaku usaha Indonesia akan berguguran karena belum berpengalaman dibidang industry penjualan peralatan berat. Resiko terbesar adalah tidak terjualnya stok barang sesuai dengan target dan harapan sehingga bila pemilik usaha tidak kuat lagi menahan opex / capex maka barang akan menjadi stok mati (dead stock) dan akhirnya dijual lelang jauh di bawah harga beli (..putus) tersebut. Ujungnya pemilik usaha merasa kapok dan insyaf jualan alat-berat.

(bersambung)
LAYAKNYA DEALER ALAT BERAT DI INDONESIA (PART-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat